Knowledge Management Maturity Model

Posted on 23rd February 2011 in Knowledge Management

Sebelum menentukan strategi-strategi untuk penerapan Knowledge Management di suatu perusahaan, ada baiknya untuk menganalisa aktivitas-aktivitas knowledge management yang telah berjalan di dalam perusahaan, dan level kematangan knowledge management di dalam perusahaan. Hal ini akan sangat membantu dalam menentukan strategic road map dari pengembangan knowledge management perusahaan.

Menurut Minonne dan Turner (2009), ada 5 (lima) tahapan dari maturity model dari Knowledge Management System, yaitu:

Stage 1

Pada stage 1 ini, dasar dari knowledge management sudah mulai dimengerti. Perbedaan antara knowledge management dengan information management sudah mulai dimengerti dengan jelas oleh beberapa divisi di perusahaan.Selain itu, keuntungan potensial yang bisa didapatkan dari knowledge management mulai dibahas dan menjadi perhatian perusahaan. Pada stage 1 ini, belum ada standar pengukuran dan metric yang digunakan.

 

Stage 2

Pada stage 2 ini, program knowledge management sudah mulai dijalankan secara resmi.Dukungan-dukungan dari divisi-divisi dan unit kerja di dalam perusahaan sudah mulai terlihat, dan model dari knowledge management sudah ditetapkan.Kegiatan-kegiatan untuk eksplorasi knowledge telah mendapatkan dukungan dari perusahaan, dan mulai aktif dipromosikan kepada para staff di perusahaan. Pada stage 2 ini, struktur dari knowledge yang ada di dalam perusahaan sudah mulai terbentuk, dengan harapan akan adanya knowledge-knowledge baru yang masuk ke dalam repository knowledge perusahaan. Pada stage 2 ini, beberapa metric pengukuran kualitatif mulai digunakan untuk mengawal implementasi knowledge management lebih lanjut di dalam perusahaan.

 

Stage 3

Pada stage 3 ini, personil-personil dari tim knowledge management sudah ditetapkan, dan dana sudah dialokasikan untuk menjalankan proyek knowledge management. Pada stage 3 ini, aktivitas dari pengumpulan knowledge sudah memasuki tahapan knowledge innovation.Dengan knowledge innovation, perusahaan mengakomodasi ide-ide dan knowledge baru, asimilasi dari knowledge-knowledge yang ada di perusahaan, dan penciptaaan inovasi-inovasi baru, yang membantu perusahaan untuk pembuatan produk dan jasa yang baru dan inovatif. Pada stage 3 ini, metric pengukuran yang hampir semuanya adalah kualitatif, ditambah beberapa metric pengukuran kuantitatif digunakan untuk mengukur efektivitas dan efisiensi dari implementasi knowledge management.

 

Stage 4

Pada stage 4 ini, knowledge management sudah menjadi bagian dari proses bisnis perusahaan. Knowledge dissemination mulai dilaksanakan, dan dipromosikan secara aktif di perusahaan. Fokus dari knowledge dissemination ini adalah membangun strategi untuk menyebarkan knowledge yang tersimpan di dalam perusahaan, dan bagaimana cara mengubah explicit knowledge yang tersimpan di dalam perusahaan menjadi tacit knowledge para staff di perusahaan. Hasil utama yang diharapkan dari stage 4 ini adalah kinerja knowledge management ditinjau dari sisi keekonomisannya, telah mencapai, bahkan melebihi ekspektasi perusahaan. Gabungan antara metric pengukuran kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam stage 4 ini untuk mengukur efektivitas dan efisiensi dari implementasi knowledge management, yang menjadi bahan pertimbangan untuk arah perusahaan ke depannya.

 

Stage 5

Pada stage 5 ini, knowledge management sudah menjadi bagian dari strategi pengembangan perusahaan. Pada stage 5 ini, perusahaan mulai mengimplementasikan knowledge automation, yang menggunakan sistem dan teknologi informasi secara maksimal untuk mengotomatisasi proses pengembangan knowledge. Fokus utama dari stage 5 ini adalah efisiensi dan skala keekonomisan dari pemanfaatan sistem knowledge management, dan peningkatan keefektivitasan dan efisiensi dari manajemen asset knowledge perusahaan.Metric pengukuran atau KPI (Key Performance Indicator) kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk mengukur kinerja dari sistem knowledge management, dan mengukur efektivitas dan efisiensi dari strategi knowledge management yang diimplementasikan oleh perusahaan.

 

Knowledge Management Maturity Model

Knowledge Management Maturity Model

Bibliography

Minonne, C., & Turner, G. (2009). Evaluating Knowledge Management Performance. Electronic Journal of Knowledge, 7(5), 583-592.

 

 

 

Social Media dan Pengaruhnya

Posted on 7th February 2011 in Teknologi Informasi

Berdasarkan penelitian di UK, penggunaan social media oleh para knowledge worker menyebabkan hilangnya produktivitas dan merugikan perusahaan sekitar £6.5 milyar setahun. Sungguh angka yang sungguh sangat besar.

Memang penggunaan social media bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi mempunyai sisi yang positif, di sisi lain mempunyai dampak negatif yang tidak bisa diabaikan.

Memang sebagai professional dalam bekerja, sangatlah penting untuk mempunyai disiplin dalam penggunaan waktu bekerja. Janganlah sampai akses internet yang diberikan sebebas-bebasnya dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas kita dalam bekerja, dimanfaatkan untuk hal-hal yang malah mengurangi produktivitas dalam bekerja.

Bibliography

Davenport, T. (2011). Rethinking Knowledge Work. McKinsley Quarterly.

“Facebook costs UK billions,” GSS Monthly Newsletter, www.gss.co.uk, February 2008.

comments: 0 »

Misi 21 – Day 1

Posted on 7th January 2011 in My Life

Ini hari pertama saya memulai misi 21. Keterangan mengenai misi 21 sudah saya post pada post sebelumnya disini #misi21

Untuk hal baru yang saya lakukan, sebenarnya ada 2. Tetapi saya ambil yang menurut saya berkesan. Saya berhasil melakukan perjalanan dari Pulo Gadung ke Senayan. Yah mungkin sepele, tapi bagi saya sangat berkesan, karena saya menyebrang dari Utara ke Selatan :)

Perjalanan 50 menit yang cukup melelahkan. Hasil dari perjalanan tersebut adalah pinggang ke bawah yang kram, dan tangan yang kesemutan.

So..I’ve succeded in day 1. Next one is day 2 :)

comments: 0 »

Misi 21 Challenge

Posted on 7th January 2011 in My Life

2 hari yang lalu, my girl memberi saya tantangan. Terinspirasi dari Rene Suhardono, Career Coach yang cukup terkenal dan sering on air di Hard Rock FM, dia menantang para professional untuk melakukan 1 hal baru setiap harinya selama 21 hari berturut-turut.

Tantangan yang cukup menarik, mengingat selama ini kita (khususnya saya sendiri) sering melakukan hal-hal baru yang mungkin dikarenakan sudah nyaman dengan comfort zone, rasa ketakutan-ketakutan yang terkadang tidak masuk akal, malas :D , dll

Saya bertekad untuk memulainya pada tanggal 6 Januari 2011, semoga saya bisa menyelesaikan tantangan ini.

comments: 1 »

What is Fundamental Analysis

Posted on 2nd January 2011 in Fundamental Analysis

Apakah itu fundamental analysis? Mungkin yang berkecimpung di dunia investasi sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Saat ini dunia investasi terbagi menjadi 2 aliran utama yaitu fundamental analysis dan technical analysis. Dari pembagian ini saya pribadi kurang setuju, karena kedua analysis dapat dipergunakan secara bersamaan dan tidak saling bertentangan, malahan saling melengkapi.

Untuk memberikan gambaran mengenai fundamental analysis, maka saya menggunakan ilustrasi yang populer di kalangan fundamentalis. Manakah yang lebih murah, saham dengan harga Rp. 5,000 per lembar, atau saham dengan harga 25,000 per lembar? Apakah saham dengan harga Rp. 5,000 per lembar? Belum tentu!

Jika dianalogikan dengan ilustrasi yang manakah yang lebih baik dealnya, air mineral 500 ml dengan harga Rp. 5,000, atau daging sapi premium dengan harga Rp. 25,000 per kg. Tentunya deal yang lebih baik adalah Rp. 25,000 per kg. Dengan kata lain, besar kecilnya nominal saja tidak dapat menentukan murah tidaknya suatu barang, tetapi harus juga dinilai nilai ekonomis dari barang tersebut.

Begitu pula dengan saham. Saham dengan harga Rp. 5,000 per lembar belum tentu lebih murah dari saham dengan harga 25,000 per lembar. Murah tidaknya saham yang dibeli tergantung juga dari nilai ekonomis dari perusahaan yang ingin kita beli sahamnya. Aspek-aspek inilah yang coba digali oleh para fundamentalis. Mereka berburu saham-saham yang diskon atau yang dijual di bawah harga ekonomisnya, dengan harapan market cepat atau lambat akan mengapresiasikan saham-saham tersebut, dan harga saham tersebut naik hingga ke nilai ekonomis sebenarnya, bahkan lebih.

Timeframe yang diterapkan oleh para fundamental analyst biasanya panjang, bisa mencapai 3-5 tahun. Timeframe yang panjang ini diterapkan oleh karena konsep dari fundamentalis adalah yang mereka beli adalah bisnis, bukan spekulasi.

comments: 0 » tags:

Happy New Year 2011

Posted on 2nd January 2011 in Other

Happy new year 2011 to all of you.

Memasuki tahun 2011 ini, semangat pun juga baru. Mungkin setelah menjalani setahun kemarin yang penuh dengan masalah, bencana alam, suka, maupun duka, di tahun 2011 ini, segala hal yang telah lalu mari lupakan, dan recharge diri kita dengan semangat baru.

Teringat kata-kata anak sekolah minggu saya tadi sore. Dia mengatakan tahun 2010 itu merupakan tahun yang capek, banyak masalah. Cukup tersenyum dengan perkataan polosnya. Sambil merenung, yah memang hidup tidak lepas dari masalah. Tinggal bagaimana caranya kita mengatasi masalah tersebut. Sebesar apapun masalah yang akan kita hadapi di tahun 2011, ingat akan satu hal bahwa Tuhan kita lebih besar daripada masalah-masalah yang kita hadapi.
Teringat satu ilustrasi dari Ibu Stephanie :)

Sebesar apapun batu yang diciptakan Tuhan, tidak mungkin Tuhan akan menciptakan batu yang tidak dapat dipindahkan-Nya

Jadi janganlah takut melangkah di tahun 2011, karena Tuhan sanggup membantu kita untuk melewati tahun 2011.

Seperti Albert Einstein katakan:

Life is like riding a bicyle. To keep your balance, you need to keep moving.

So keep on moving forward, and may you have a great year

comments: 1 » tags:

Perjalanan Menjadi Seorang Trader Sukses

Posted on 13th October 2010 in Stock and Finance

Saya menemukan artikel bagus di Fengchart Blog. Artikel ini menjelaskan bagaimana proses menjadi trader yang sukses. Berikut adalah tahapan-tahapan perjalanan mulai dari pemula sampai menjadi trader sukses.

1. Pre-School:
Dimana-mana, di koran, di TV, di tempat kerja, di cafe… dll. Semua pada ngomongin saham dan reksadana karena profit yang jauh diatas deposito dikarenakan stock market, terutama beberapa saham tertentu yang hangat diperbincangkan. Ekonom dan analis pasar merekomendasikan untuk memilih saham dengan prospek yang luar biasa kedepannya.
Sebagai manusia yang normal dan sehat tentu saja menjadi tertarik untuk ikut-ikutan membeli saham. Mungkin lewat kenalan atau saudara ikut-ikutan main dikit, mungkin numpang account dulu. Mungkin juga profit sedikit karena pas kebetulan masih di bull market. Yang begini naik kelas, yang pas masuknya di bear market putus sekolah dan kapok masuk ke dunia saham lagi.

2. Kelas Junior Trader: (“greed indicator”)
Ternyata beli/jual saham cukup menguntungkan dibandingkan dengan deposito di bank. Dengan semangat tinggi maka mulai buka account sendiri di broker saham bagi yang belum punya sebelumnya. Apalagi dengan fasilitas online trading maka setiap saat pergerakan harga saham dapat dipantau setiap detiknya. Tradingnya masih mengikuti rekomendasi dari para analis dan “FA” (Feeling Analysis). Trading size masih relativ kecil. Di bull market tetap dapet cuan (profit). Perasaan jadi lebih confidence dengan gaya trading ala “FA” nya dan merasa sudah menjadi ahli dalam dunia saham. Pada saatnya bearish market tiba, ternyata nyangkut juga karena belinya pas di harga diujung pohon kelapa. Ada rumors dan news yang super bagus tapi harga turun terus dan portofolio dengan cepatnya merah membara. Dihitung dari modal awal yang terlihat hanya minus sekian persen. Harapan untuk market kembali membaik masih tinggi (masa sih saya salah beli?).
Di kelas ini mulailah timbul pertanyaan, “apa ada ya ilmunya mengenai saham?”
Saatnya naik kelas ke
3. Kelas Nyangkuter: (“fear indicator”)
Sahamnya punya banyak, ruginya bisa sampe 50% atau lebih juga mungkin. Mau Cut-Loss sdh tanggung. Dari sini punya pilihan menjadi

  • Investor “Gadungan” (yg ini dibahasnya 1-10 tahun lagi, not so urgent)
  • Kelas “Nyangkuter Optimis” kalau belum putus asa.

Mulai belajar TA (Technical Analysis), FA (Fundamental Analysis), diskusi, forum dsb.
Ikut workshop, browsing website, kenal TA-Indicators, bisa corat coret chart.
Mulai “PeDe” lagi. Mulai bisa cuan dikit. Saham-2 yang nyangkut mulai berkurang karena berani Cut-Loss. Berkeyakinan punya sistem yang “paten dan tidak bisa LOSS” dan pasti bisa menaklukkan pasar modal. Memandang remeh trader lain yang tidak percaya kepada trading systemnya. Masa depan yang cerah sudah ada didepan mata, profesi tetap hampir ditinggalkan. Kalau bikin prediksi merasa pasti betul karena menurut TA memang harus begitu. Kalau ada yang tidak percaya berani diajak taruhan apa saja. Pas market mendukung, cuan. Bikin testimony dimana mana. Tambah PeDe, Trading size tambah besar, pake full margin. Ternyata…..kena bear market lagi. Saham-2 banyak yang pada nyangkut lagi karena tidak ada istilah cut-loss dalam kamusnya. Cut-Loss berarti mengakui kalau prediksinya ternyata salah.
Masih berharap terus sahamnya bisa rebound lagi ke harga awal, karena di chart-nya begitu.
RESULT: Cuan-Loss=Loss buanyak.
Lulusan kelas ini mendapat ijasah: Nyangkuter Senior

- Yg sudah cape, masih terbuka peluang menjadi “Investor gadungan” (1-10 thn)
- Yang pake margin bisa bangkrut, drop-out sekolahnya, balik lagi menekuni bidang kerjanya.
- Yg masih ada modal dan optimis, bisa naik kelas.
Yang naik kelas ikutan ke Kelas:

4. Trader Junior:
Sudah mengenal Trading plan, tahu Kapan entry dan kapan exit. Juga sudah kenal apa itu Money Management tapi belum tahu bagaimana implementasinya. Trading size tambah besar dan kenal banget dengan semua software, buku dan memperdalam ilmu terus. Bisa cuan tapi masih loss juga karena belum konsisten dengan trading plan dan money management. Buy masih dipengaruhi kalau market lagi naik-naiknya, lihat running trade tidak tahan, terus beli di harga paling atas.
RESULT: masih loss tapi sangat optimis karena tahu dimana letak kesalahannya. Kalau masih ada modal bisa naik kelas, yg udah abis dipaksa drop-out -> kerja lagi ke profesi awal kalau sebelumnya sudah berhenti.

5. Trader Senior:
Disini sekolahnya lama dan sangat melelahkan. Yang putus asa atau abis modal masih ada alternativ jadi “investor gadungan” atau drop-out juga.
Belajar menentukan timing tepat Entry dan Exit dan tidak terpengaruh dengan emosi (tetap pasti ada sih, namanya juga manusia…) dan mulai dapat konsisten dengan trading plan dan money management. Sadar kalau market itu tidak harus sesuai arah dengan hasil analisanya. Chart hanya dipakai sebagai alat bantu untuk trading plan secara konsisten, tapi tetap jaga-jaga (emergency plan) kalau ternyata market tidak sesuai dengan TA nya. Mulai memperhatikan FA dan event-2 penting (trend global, regional market, cum devident, laporan keuangan, pengumuman macro economic spt. Inflasi, interest rate dsb.) yang mempengaruhi harga saham.
RESULT: tradingnya ada yg rugi dan ada yg cuan, tapi hasil totalnya ternyata CUAN ! atau Tidak Rugi di Market yg lagi bearish kalau Loss juga terbatas

Yang bisa lulus dapat sertifikat:
6. Successful Trader
Greed dan Fear sudah bisa balance. Seperti orang naik sepeda, untuk bisa harus belajar dulu, tidak bisa hanya dengan teori atau ikutan workshop saja sudah terus bisa keenakan naik sepeda (“greed”?) tapi harus praktek juga bersama dengan jatuh bangun dan babak belurnya (kenal “fear”). Asal jangan sampai … KO saja. Kalau sudah bisa naik sepeda, semua teori tentang balancing, rem, kecepatan, gimana kalau ada bahaya/mobil, nyebrang jalan dsb., sudah menjadi otomatis dan dalam situasi bahaya bisa cepat bertindak dengan benar, sehingga bisa sampai dengan cepat dan selamat.
RESULT: tetap ada trading yg rugi dan cuan, tapi di portofolio asetnya mulai bertambah.
AWAS KOMPLIKASI: menjadi hebat, merasa punya sistem trading yang paling hebat dan selalu profit di segala situasi market. Padahal, keberhasilan trading sistem sangat tergantung dengan karakteristik stock market saat itu dan selalu berkembang. Sehingga sebagai trader harus juga secara terus-menerus mengembangkan kemampuan untuk membaca situasi market (bullish, bearish, side-ways) sehingga bisa menerapkan strategi yang sesuai dengan kondisi marketnya.
PS: semoga kita bisa melalui cobaan di kelas 1-6 sehingga lulus menjadi Successful Trader… Amen….

comments: 0 »

Setting Up Environment For CakePHP

Posted on 13th October 2010 in Teknologi Informasi

Sekilas mengenai CakePHP, CakePHP adalah MVC (Model View Controller) framework berbasis PHP yang sangat mudah digunakan. CakePHP sangat membantu programmer dalam membangun sebuah website, mulai dari yang sangat simple, sampai ke website yang sangat rumit sekalipun. Saking mudah dan cepatnya membuat website dengan menggunakan CakePHP, sehingga CakePHP dikenal sebagai Rapid Application Development (RAD) Framework. Untuk environment nya, dibutuhkan:

  1. Web Server
  2. PHP Engine
  3. Database Server

Untuk database server yang disupport CakePHP adalah:

  • MySQL
  • SQLite
  • PostgreSQL
  • MS SQL
  • DB2
  • Oracle
  • Firebird
  • Sybase

Untuk memudahkan, dapat digunakan bundled software seperti XAMPP (dapat didownload di sini. XAMPP sudah menyediakan Apache Web Server, PHP, dan MySQL di dalam packagenya, sehingga kita tidak perlu repot-repot lagi menginstallnya satu-persatu (bahkan XAMPP juga menyediakan SQLite sebagai alternatif database). Setelah XAMPP terinstall, kita lanjutkan dengan mendownload CakePHP frameworknya yang tersedia di sini (disarankan untuk menggunakan versi 1.2.x.x karena di versi tersebut, banyak fitur-fitur menarik yang tidak ditemukan di versi 1.1.x.x). Setelah CakePHP telah selesai didownload, step-step yang diperlukan selanjutnya adalah:

  1. extract file hasil download (karena hasil download biasanya berupa compressed file), lalu copy folder hasil extract ke [xampp_home_folder]/htdocs.
  2. Edit file httpd.conf yang terletak di [xampp_home_folder]/apache/conf/httpd.conf.Pastikan module mod_rewrite dalam keadaan aktif (tidak ada tanda comment di awal baris)

    LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so

  3. Set up database (Optional)Agar CakePHP dapat berkoneksi dengan database, maka kita perlu membuat file database.php. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
    • Copy file database.php.default, dan paste file tersebut di dalam folder yang sama, lalu rename file tersebut menjadi database.php
    • Edit file database.php sesuai dengan konfigurasi database server yang sudah ada.Contohnya jika ingin melakukan koneksi dengan database server MySQL dengan username ‘root’, password ‘test1234′, dan nama database yang digunakan adalah ‘cake’, maka konfigurasinya seperti ini:

var $default = array(‘driver’ => ‘mysql’, ‘persistent’ => false, ‘host’ => ‘localhost’, ‘login’ => ‘root’, ‘password’ => ‘test1234′, ‘database’ => ‘cake’, ‘prefix’ => ”);

Setelah langkah-langkah diatas sudah dijalankan, buka browser dan browse ke url http://[nama-site]/[nama_folder_hasil_extract]. Contohnya:

http://localhost/cake

Jika setting berhasil, maka akan tampak welcome page dari cakePHP yang menampilkan status konfigurasi dari cakePHP. Jika semua status sudah oke, maka cakePHP sudah siap dijalankan. Selamat berCakePHP ria!!!

comments: 0 » tags:

Naming Convention on CakePHP

Posted on 13th October 2010 in Teknologi Informasi

Salah satu filosofi dari cakePHP adalah meminimalisasi jumlah baris coding, dan effort yang dibutuhkan untuk melakukan konfigurasi. Hal inilah yang membedakan cakePHP dengan beberapa framework PHP lainnya.

Untuk mencapai hal tersebut, cakePHP memiliki naming convention untuk diikuti. Mengikuti naming convention ini tidaklah diharuskan, tetapi hal ini sangat disarankan untuk bisa menggunakan fitur-fitur dari CakePHP dengan maksimal. Dengan mengikuti naming convention dari CakePHP, effort dan waktu yang dibutuhkan untuk membangun website akan jauh lebih sedikit. Therefore just follow the naming convention, and let CakePHP do the dirty works.

Beberapa naming-naming convention yang perlu diperhatikan dari CakePHP adalah sebagai berikut:

  • Nama dari database table harus menggunakan kata jamak (plural), dan jika nama table terdiri dari 2 (dua) nama maka harus menggunakan karakter ‘_’ contohnya: customers, books, authors, line_items.
  • Jika menggunakan join table, maka penamaannya berdasarkan alphabetical order dengan karakter ‘_’ sebagai pemisah. Contohnya: authors_books; bukan books_authors.
  • Tiap table harus memiliki field id.
  • Optional: tiap table memiliki field created, dan updated. Field ini optional, yang tidak akan mengganggu kinerja dari CakePHP jika field tersebut tidak dibuat. Jika field-field tersebut tersedia di dalam table, maka CakePHP akan mengisinya secara otomatis setiap kali ada operasi create atau update.
  • Nama file dari Model yang berkorelasi dengan table harus menggunakan kata tunggal (singular), contohnya: customer.php, book.php, author.php, line_item.php.
  • Nama class dari Model yang berkolerasi dengan table harus menggunakan kata tunggal (singular) dengan penamaan CamelCase. Contohnya: Customer, Book, Author, LineItem.
  • Nama file dari Controller yang berkolerasi dengan table harus menggunakan kata jamak (plural) dengan menggunakan karakter ‘_’ sebagai pemisah. Contohnya: customers_controller.php, books_controller.php, line_items_controller.php.
  • Nama class dari Controller yang berkolerasi dengan table harus menggunakan kata jamak (plural) dengan penamaan CamelCase dan diakhiri dengan kata Controller. Contohnya: CustomersController, BooksController, AuthorsController, LineItemsController.

Dengan mengikuti naming convention, maka banyak hal yang bisa diotomatisasi, dan banyak fitur yang bisa digunakan, salah satunya adalah Bake Code Generator. Mengenai Bake Code Generator, mungkin akan saya bahas nanti. Selamat bercoding ria

comments: 0 » tags:

Creating A Simple Database Application Using CakePHP in 5 Minutes

Posted on 13th October 2010 in Teknologi Informasi

Judul diatas bukanlah kalimat omong kosong, kata-kata sesumbar, atau hanya mungkin dilakukan oleh programmer profesional dan berpengalaman. Hal diatas mungkin dilakukan bahkan oleh pemula sekalipun. Itu mungkin dilakukan dengan adanya fitur scaffold yang tersedia di CakePHP. Sebagai contoh, kita akan membuat suatu sistem sederhana yang dapat melakukan operasi create, retrieve, update, delete. Contoh dibawah ini dibuat dengan menggunakan MySQL sebagai database servernya. Langkah pertama adalah membuat database untuk sistem ini.

create database `library`

Setelah database sudah dibuat, langkah kedua adalah membuat tablenya.

CREATE TABLE `customers` (
`id` int(11) NOT NULL auto_increment,
`nomor_anggota` varchar(255) NOT NULL,
`nama` varchar(255) default NULL,
`alamat` varchar(255) default NULL,
`telpon` varchar(255) default NULL,
`created` datetime default NULL,
`updated` datetime default NULL,
PRIMARY KEY  (`id`),
UNIQUE KEY `nomor` (`nomor_anggota`)
)

Langkah ketiga adalah mengkonfigurasi koneksi databasenya dengan mengedit file yang terdapat di /app/config/database.php. Contoh konfigurasinya:

var $default = array(
‘driver’ => ‘mysql’,
‘persistent’ => false,
‘host’ => ‘localhost’,
‘login’ => ‘root’,
‘password’ => ‘passsword1234′,
‘database’ => ‘library’,
‘prefix’ => ”,
);

Sebelum melanjutkan langkah-langkah selanjutnya, saya akan menjelaskan sekilas mengenai CakePHP. CakePHP adalah framework yang didesain mengikuti pattern-pattern (best practice dari system design), salah satunya adalah MVC (Model-View-Controller) pattern, dan CakePHP adalah framework yang sangat ketat dalam hal design MVC nya, sehingga kita harus mengikuti prinsip MVC jika ingin menggunakan CakePHP secara maksimal. Keterangan lebih lanjut mengenai Model-View-Controller bisa dilihat di sini. Langkah keempat adalah membuat Modelnya. Buat file baru bernama Customer.php dan simpan file tersebut di directory /app/models. Isi file dari tersebut adalah seperti di bawah ini:

<?php
class Customer extends AppModel {
var $name = ‘Customer’;
}
?>

Langkah selanjutnya adalah membuat Controllernya. Buat file baru bernama customers_controller.php dan simpan file tersebut di directory /app/controller. Isi file dari tersebut adalah seperti di bawah ini:

<?php
class CustomersController extends AppController {
var $name = ‘Customers’;
var $scaffold;
}
?>

Selanjutnya buka browser, lalu browse ke http://[nama_server]/[nama_folder_cakePHP]/customers. Contohnya http://localhost/cake/customers. Jika berhasil, maka sudah terbuat sistem sederhana yang bisa melakukan operasi create, retrieve, update, delete. Bahkan untuk list tablenya sudah ada pagination, sorting (jika judul kolomnya diklik, maka data akan diurutkan berdasarkan kolom tersebut), dan operasi-operasi update dan delete untuk tiap barisnya. Semuanya ini dimungkinkan dengan perintah scaffold. Hanya saja penggunaan scaffold ini tidak disarankan untuk sistem yang rumit karena kurangnya fleksibilitas. Selamat ber CakePHP ria :D

comments: 0 »