Untuk perusahaan dapat dengan mulus melakukan transformasi dalam bisnisnya, perusahaan perlu untuk menerapkan change management dalam perusahaannya. Change Management ini berisi panduan-panduan dan strategi-strategi bagi perusahaan untuk melakukan transformasi bisnis dalam perusahaannya, termasuk mengelola aspek-aspek manusia seperti mengatasi penolakan-penolakan dari para karyawan. Change Management tidak berfokus pada hal-hal apa yang harus diubah (BPI Solution), tetapi lebih berfokus kepada bagaimana cara solusi perubahan tersebut dilakukan (Harrington, Conner, & Horney, 2000). Beberapa proses untuk melakukan Change Management menurut Harrington (2000), adalah:
- Membangun arsitektur implementasi
- Mengelola penolakan individual pada perubahan
- Membangun komitmen individual pada perubahan
- Mengelola aspek budaya pada perubahan
- Memilih dan mengimplementasikan change agents
Langkah-langkah untuk dapat melakukan change management untuk transformasi bisnis adalah sebagai berikut:
a. Stakeholder profiles
Sebuah stakeholder profile adalah pengelompokan dari individu, peranan, posisi pekerjaan, atau organizational unit yang terkena dampak dalam penerapan KM. Membuat profil seperti ini akan memudahkan dalam membuat sebuah strategi yang terbaik untuk memanage perubahan di masing-masing kelompok. Stakeholder profile dibuat setelah review dan analisa yang hati-hati dari informasi yang didapat pada proses Input diatas. Masing-masing profil ini akan menggambarlan bagaimana setiap grup stakeholder akan mempengaruhi perubahan atau dipengaruhi perubahan, tergantung dalam pengelompokan profil. Hanya ada dua kategori profil yaitu sponsor/adavocate/change agent dan target profil. Peranan dapat diilustrasikan dengan melakukan mapping yang diterapkan pada masing-masing individu seperti:
- Initiating sponsor
- Sustaining sponsor
- Change sponsor
- Change agent
- Target
- Advocate
b. Commitment Continuum
Setiap profil stakeholder perlu mencapai level dari komitmen agar proyek dapat berhasil. Tim memperkirakan seberapa komitmen dari tiap profil stakeholder yang diperlukan agar implementasi berhasil:
· Pada awal Build phase
· Pada awal Test phase
· Pada awal Deploy phase
Beberapa level dari Komitment dengan yang paling bawah adalah contact dan yang tertinggi adalah Internalization.
Untuk mendapatkan komitmen tersebut dari para stakeholder, sangatlah penting untuk terlebih dahulu untuk mendapatkan komitmen dari pihak top management. Karena jika komitmen dan dukungan penuh telah didapatkan dari pihak top management, khususnya pimpinan perusahaan (CEO), maka untuk mendapatkan komitmen dari para karyawan lainnya akan menjadi lebih mudah. Selain itu, dengan adanya komitmen dan dukungan penuh dari pimpinan perusahaan, maka perubahan pun dapat dilakukan lebih mulus.
c. Profile Strategies
Profile strategis dan aktivitas taktis berbeda terhadap dua kategori profile.
1. Sponsor/Advocate/Change agent
Profil inilah yang pertama diperlakukan untuk membangun komitmen dalam proyek. Fokus strategi pada profil ini adalah mengeksekusi perpindahan organisasi mereka kedalam suatu lokasi baru dari level komitmen yang diharapkan. Strategi akan dibentuk berdasarkan orang-orang dalam grup ini akan menerima perubahan sejalan dengan kemauan mereka untuk berubah. Strategi yang diterapkan meliputi hal dibawah ini:
· Stakeholder profile name. Nama profil dari kelompok.
· Description of the stakeholder profile. Mendefinisikan karakteristik kelompok ini.
· Involvement strategy. Strategi untuk membuat kelompok stakeholder ini terlibat, siaga, dan terdidik yang berkaitan dengan pernanan mereka dalam proses perubahan.
· Key activities with timeline. Strategi untuk melibatkan mereka secara taktis, termasuk lima atau enam event kunci untuk grup ini.
2. Target Profile
Strategi dari kelompok target profil ini adalah untuk membuat grup ini terus bergerak ke level komitmen yang lebih tinggi selama penerapan proyek. Strategi didesain berdasarkan training/pendidikan, komunikasi, keterlibatan agar target stakeholder ini dapat mencapai level komitmen yang tepat untuk perubahan.
d. Tactical Plans
Setelah strategi dan aktifitas taktis ditentukan untuk setiap profil stakeholder, maka eksekusi dimulai. Juga dilakukan hal berbeda untuk kedua kelompok profile. Untuk Sponsor/advocate/change agent, tim mempunyai tanggung jawab utama untuk mengeksekusi aktifitas taktis, terutama untuk kemunikasi, pendidikan, dan kerterlibatan tiap-tiap anggota tim dan menjadi rekan koordinasi tim. Sedangkan untuk Target profiles, deployment manager akan bertanggungjawab untuk mereview strategi dan aktifitas yang telah dibuat, menyesuaikan strategi ini sehingga cocok untuk kelompok ini untuk mencapai kesuksean yang diharapkan.
e. Feedback
Diperlukan feedback untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa semua yang telah direncanakan berjalan dengan baik. Beberapa hal untuk melakukan feedback adalah:
· Evaluasi dari kejadian nyata di lapangan
· Mengukur target dari sebuah aktifitas apakah sesuai jadwal, tujuan dan lainya.
· Menggunakan tools untuk evaluasi seperti kuisioner, survey dan sebagainya
Bibliography
Constantinescu, M. (2008). Knowledge Management and Business Process Reengineering for Business Performance Improvement.
Grant, R. (1996). Toward a knowledge-based view of the firm. Strategic Management Journal , 17, 109-122.
Harrington, H. J., Conner, D. R., & Horney, N. L. (2000). Project Change Management: Applying Change Management to Improvement Projects. McGraw-Hill.
Hsu, H. S., & Mykytyn Jr., P. P. (2006). Intellectual Capital. Encyclopedia of Knowledge Management , 274-280.
Jones, N. B., & Gupta, J. N. (2005). Small Business Transformation Through Knowledge Management. Encyclopedia of Information Science and Technology, , 5, 2154-2518.
Spencer, J. (1996). Making knowledge the basis of a dynamic theory of the firm. Strategic Management Journal , 17, 45-62.
Wigg, K. (2004). People-Focused Knowledge Management: How Effective Decision Making Leads to Corporate Success. Butterworth–Heinemann publications.
Untuk perusahaan dapat dengan mulus melakukan transformasi dalam bisnisnya, perusahaan perlu untuk menerapkan change management dalam perusahaannya. Change Management ini berisi panduan-panduan dan strategi-strategi bagi perusahaan untuk melakukan transformasi bisnis dalam perusahaannya, termasuk mengelola aspek-aspek manusia seperti mengatasi penolakan-penolakan dari para karyawan. Change Management tidak berfokus pada hal-hal apa yang harus diubah (BPI Solution), tetapi lebih berfokus kepada bagaimana cara solusi perubahan tersebut dilakukan (Harrington, Conner, & Horney, 2000). Beberapa proses untuk melakukan Change Management menurut Harrington (2000), adalah:
1. Membangun arsitektur implementasi
2. Mengelola penolakan individual pada perubahan
3. Membangun komitmen individual pada perubahan
4. Mengelola aspek budaya pada perubahan
5. Memilih dan mengimplementasikan change agents
Langkah-langkah untuk dapat melakukan change management untuk transformasi bisnis adalah sebagai berikut:
a. Stakeholder profiles
Sebuah stakeholder profile adalah pengelompokan dari individu, peranan, posisi pekerjaan, atau organizational unit yang terkena dampak dalam penerapan KM. Membuat profil seperti ini akan memudahkan dalam membuat sebuah strategi yang terbaik untuk memanage perubahan di masing-masing kelompok. Stakeholder profile dibuat setelah review dan analisa yang hati-hati dari informasi yang didapat pada proses Input diatas. Masing-masing profil ini akan menggambarlan bagaimana setiap grup stakeholder akan mempengaruhi perubahan atau dipengaruhi perubahan, tergantung dalam pengelompokan profil. Hanya ada dua kategori profil yaitu sponsor/adavocate/change agent dan target profil. Peranan dapat diilustrasikan dengan melakukan mapping yang diterapkan pada masing-masing individu seperti:
· Initiating sponsor
· Sustaining sponsor
· Change sponsor
· Change agent
· Target
· Advocate
b. Commitment Continuum
Setiap profil stakeholder perlu mencapai level dari komitmen agar proyek dapat berhasil. Tim memperkirakan seberapa komitmen dari tiap profil stakeholder yang diperlukan agar implementasi berhasil:
· Pada awal Build phase
· Pada awal Test phase
· Pada awal Deploy phase
Beberapa level dari Komitment dengan yang paling bawah adalah contact dan yang tertinggi adalah Internalization, yaitu:
Figure 1.7. Commitment Continuum
Untuk mendapatkan komitmen tersebut dari para stakeholder, sangatlah penting untuk terlebih dahulu untuk mendapatkan komitmen dari pihak top management. Karena jika komitmen dan dukungan penuh telah didapatkan dari pihak top management, khususnya pimpinan perusahaan (CEO), maka untuk mendapatkan komitmen dari para karyawan lainnya akan menjadi lebih mudah. Selain itu, dengan adanya komitmen dan dukungan penuh dari pimpinan perusahaan, maka perubahan pun dapat dilakukan lebih mulus.
c. Profile Strategies
Profile strategis dan aktivitas taktis berbeda terhadap dua kategori profile.
1. Sponsor/Advocate/Change agent
Profil inilah yang pertama diperlakukan untuk membangun komitmen dalam proyek. Fokus strategi pada profil ini adalah mengeksekusi perpindahan organisasi mereka kedalam suatu lokasi baru dari level komitmen yang diharapkan. Strategi akan dibentuk berdasarkan orang-orang dalam grup ini akan menerima perubahan sejalan dengan kemauan mereka untuk berubah. Strategi yang diterapkan meliputi hal dibawah ini:
· Stakeholder profile name. Nama profil dari kelompok.
· Description of the stakeholder profile. Mendefinisikan karakteristik kelompok ini.
· Involvement strategy. Strategi untuk membuat kelompok stakeholder ini terlibat, siaga, dan terdidik yang berkaitan dengan pernanan mereka dalam proses perubahan.
· Key activities with timeline. Strategi untuk melibatkan mereka secara taktis, termasuk lima atau enam event kunci untuk grup ini.
2. Target Profile
Strategi dari kelompok target profil ini adalah untuk membuat grup ini terus bergerak ke level komitmen yang lebih tinggi selama penerapan proyek. Strategi didesain berdasarkan training/pendidikan, komunikasi, keterlibatan agar target stakeholder ini dapat mencapai level komitmen yang tepat untuk perubahan.
d. Tactical Plans
Setelah strategi dan aktifitas taktis ditentukan untuk setiap profil stakeholder, maka eksekusi dimulai. Juga dilakukan hal berbeda untuk kedua kelompok profile. Untuk Sponsor/advocate/change agent, tim mempunyai tanggung jawab utama untuk mengeksekusi aktifitas taktis, terutama untuk kemunikasi, pendidikan, dan kerterlibatan tiap-tiap anggota tim dan menjadi rekan koordinasi tim. Sedangkan untuk Target profiles, deployment manager akan bertanggungjawab untuk mereview strategi dan aktifitas yang telah dibuat, menyesuaikan strategi ini sehingga cocok untuk kelompok ini untuk mencapai kesuksean yang diharapkan.
e. Feedback
Diperlukan feedback untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa semua yang telah direncanakan berjalan dengan baik. Beberapa hal untuk melakukan feedback adalah:
· Evaluasi dari kejadian nyata di lapangan
· Mengukur target dari sebuah aktifitas apakah sesuai jadwal, tujuan dan lainya.
Menggunakan tools untuk evaluasi seperti kuisioner, survey dan sebagainya